Senin, 23 Mei 2016

Misu, Aku dan Kenangan



          (sumber gambar: google.com)

     Kau tahu, Milla? Aku masih senang menikmati senja di resto kecil ini. Meski rambut dan kulitku tak lagi muda. Dan tentu saja, masih seperti dulu, ditemani kue tiramisu kesukaanmu.

     Aku bertemu denganmu di resto ini saat masih kuliah. Sore itu kau datang. Kau duduk di kursi mejaku. Sore itu, resto ini begitu ramai. Dan tinggal satu kursi yang masih kosong. Kursi di mejaku. Kau duduk di kursi itu berhadap-hadapan denganku.
“Milla.” Kau tiba-tiba menyebutkan namamu.
“Rian.”
“Kau sering ke resto ini?”
Kujawab tanyamu itu dengan senyum dan sedikit kata, “Menikmati senja dengan secangkir kopi.”
Kau tertawa.
“Hanya kopi?” Kau menyodorkan piringmu kepadaku. “Cobalah!”
Aku mengernyitkan dahi.
“Kau tidak tahu kue ini? Kau tidak pernah mencicipinya?”
Aku menggeleng. Lagi, kau tertawa. Sungguh, tawamu indah sekali.
Misu. Tiramisu. Ini kue kesukaanku. Aku senang menyebutnya misu. Lebih singkat dan lucu.” Kau melukis senyum di pematang bibirmu.

     Aku memang tidak pernah membeli kue semacam ini. Bahkan ia ada di resto yang kukunjungi saban sore ini, aku tidak tahu. Kuambil potongan kecil sisa potonganmu. Rasanya aneh. Mungkin lidahku belum akrab dengan kue ini. Jujur, lidahku lebih akrab dengan kue lapis manis buatan ibuku.

     Semenjak pertemuan itu, kita sering bertemu di resto ini setiap sore. Kau memesan dua tiramisu, untukku dan untukmu. Aku mulai akrab denganmu. Seperti lidahku akrab dengan misu. Keakraban itu berubah menjadi sepi ketika sore itu, kau pamit padaku untuk pindah ke luar negeri. Bahkan sebelum aku mengutarakan perasaanku kepadamu. Aku mencintaimu.

     Milla, aku tidak tahu sudah berapa lama kita tak bertemu. Usia membuatku susah untuk mengingat waktu. Kue ini, misu, masih setia mengakrabiku. Meski kau tak lagi ada untuk bertukar akrab denganku. Kau tahu, Milla? Kue ini seperti kenanganku tentangmu, bertumpuk dan berlipat. Dan kau tahu? Aku masih sendiri. Karena aku setia dengan kenanganku. Karena aku setia dengan kue kesukaanmu, misu.

0 komentar:

Posting Komentar