(Review : Terbang Bersama Gagak)
“Lihat,
mayat gadis itu sungguh mengerikan. Ia mati dengan senyum di bawah ayunan,”
bisik-bisik para tetangga.
Flash
fiction berjudul “Terbang Bersama Gagak” karangan Reffi Seftianti,
menceritakan kisah hidup seorang gadis kecil yang dianiaya oleh ibu angkatnya.
Rin namanya. Ia dipungut oleh ibu angkatnya dan diperlakukan dengan semena-mena
tanpa belas kasihan. Kemudian pada suatu hari terjadi tragedi yang mengenaskan,
Rin membunuh ibu angkatnya sendiri, dan dia sendiri juga meninggal karena jatuh
dari Ayunan.
Alur cerita
pada flash fiction gubahan Reffi ini dibungkus dengan kejadian yang
tidak terduga membuat cerita ini menjadi menarik. Seperti pada kejadian saat
Rin membunuh ibunya yang tidak dijelaskan dengan cerita sempurna, melainkan dengan
penjelasan singkat yang membuat pembaca menjadi kaget.
“Sementara
para tetangga sedang mengerumuni mayat seorang perempuan yang dipanggil Ibu
oleh Rin. Beberapa jam sebelumnya, perempuan itu ditusuk pisau oleh putri
angkatnya yang meringkuk kesakitan.”
Sementara
penggambaran suasananya bisa dibilang tegas dan mengena. Saya sendiri hanya
sekali membaca bisa mengikuti alur cerita dan masuk ke dalam ceritanya. Suasana
yang penuh dengan kesedihan, kekerasa, dan ketegangan, digambarkan dengan rapi
oleh Reffi.
Namun, tak
ada gading yang tak retak, flash fiction karya Reffi ini juga memiliki
kekurangan dari kacamata saya sendiri. Ada beberapa kata asing yang tidak
dicetak miring, seperti kata “ufo”. Kemudian kata “berkoak-koak” pada “gagak-gagak
yang berkumpul di atas rumah Rin berkaok-kaok dengan bahasa yang dimengerti
bocah perempuan itu.” Seharusnya dicetak miring. Karena kata tersebut tidak
baku pada EYD.
Walaupun penggambaran
suasana dan alur cerita bisa dikatakan baik, namun akan lebih baik jika
penulisan cerita ini menggunakan teknik “analogi”. Teknik analogi bisa membuat
cerita menjadi lebih menarik dari pada hanya menggunakan kalimat-kalimat
sederhana.
Secara
keseluruhan flash fiction karya Reffi seftianti ini sudah baik, hanya
diperlukan teknik-teknik untuk memperindah ceritanya.
Untuk novel
online yang diunggah di Storial.co dengan judul (Wisnu Chapter), gaya bahasa
yang digunakan sudah seseuai dengan temanya, yaitu mengenai novel remaja. Namun,
lagi-lagi masih banyak kata atau bahasa asing yang tidak dicetak miring. Bagi penerbit
atau editor koran, hal seperti ini merupakan kesalahan fatal. Dan yang kedua,
saya masih menyarankan agar dalam penulisan cerita selanjutnya bisa dibubuhi
teknik analogi agar cerita bisa lebih menarik.
Itu beberapa
komentar saya mengenai flash fiction dan novel online karangan Reffi
Seftianti. Terus berkarya ka Reffi.








KEREEN,trims sudah ikut giveawaynya :D
BalasHapusselamat kamu jadi pemenangnyaa... Inbox di fanpage Blog Kata Reffi ya untuk nama, alamat lenkap dan nomor ponsel kamu. Ini link pengumumannya http://www.wordholic.com/2015/12/pengumuman-giveaway.html
BalasHapusterima kasih ka :)
Hapus