Minggu, 13 Desember 2015

Gadis Di Bawah Ayunan




 (Review : Terbang Bersama Gagak)

“Lihat, mayat gadis itu sungguh mengerikan. Ia mati dengan senyum di bawah ayunan,” bisik-bisik para tetangga.

Flash fiction berjudul “Terbang Bersama Gagak” karangan Reffi Seftianti, menceritakan kisah hidup seorang gadis kecil yang dianiaya oleh ibu angkatnya. Rin namanya. Ia dipungut oleh ibu angkatnya dan diperlakukan dengan semena-mena tanpa belas kasihan. Kemudian pada suatu hari terjadi tragedi yang mengenaskan, Rin membunuh ibu angkatnya sendiri, dan dia sendiri juga meninggal karena jatuh dari Ayunan.
Alur cerita pada flash fiction gubahan Reffi ini dibungkus dengan kejadian yang tidak terduga membuat cerita ini menjadi menarik. Seperti pada kejadian saat Rin membunuh ibunya yang tidak dijelaskan dengan cerita sempurna, melainkan dengan penjelasan singkat yang membuat pembaca menjadi kaget.
Sementara para tetangga sedang mengerumuni mayat seorang perempuan yang dipanggil Ibu oleh Rin. Beberapa jam sebelumnya, perempuan itu ditusuk pisau oleh putri angkatnya yang meringkuk kesakitan.”
Sementara penggambaran suasananya bisa dibilang tegas dan mengena. Saya sendiri hanya sekali membaca bisa mengikuti alur cerita dan masuk ke dalam ceritanya. Suasana yang penuh dengan kesedihan, kekerasa, dan ketegangan, digambarkan dengan rapi oleh Reffi.
Namun, tak ada gading yang tak retak, flash fiction karya Reffi ini juga memiliki kekurangan dari kacamata saya sendiri. Ada beberapa kata asing yang tidak dicetak miring, seperti kata “ufo”. Kemudian kata “berkoak-koak” pada “gagak-gagak yang berkumpul di atas rumah Rin berkaok-kaok dengan bahasa yang dimengerti bocah perempuan itu.” Seharusnya dicetak miring. Karena kata tersebut tidak baku pada EYD.
Walaupun penggambaran suasana dan alur cerita bisa dikatakan baik, namun akan lebih baik jika penulisan cerita ini menggunakan teknik “analogi”. Teknik analogi bisa membuat cerita menjadi lebih menarik dari pada hanya menggunakan kalimat-kalimat sederhana.
Secara keseluruhan flash fiction karya Reffi seftianti ini sudah baik, hanya diperlukan teknik-teknik untuk memperindah ceritanya.


Untuk novel online yang diunggah di Storial.co dengan judul (Wisnu Chapter), gaya bahasa yang digunakan sudah seseuai dengan temanya, yaitu mengenai novel remaja. Namun, lagi-lagi masih banyak kata atau bahasa asing yang tidak dicetak miring. Bagi penerbit atau editor koran, hal seperti ini merupakan kesalahan fatal. Dan yang kedua, saya masih menyarankan agar dalam penulisan cerita selanjutnya bisa dibubuhi teknik analogi agar cerita bisa lebih menarik.

Itu beberapa komentar saya mengenai flash fiction dan novel online karangan Reffi Seftianti. Terus berkarya ka Reffi.


3 komentar:

  1. KEREEN,trims sudah ikut giveawaynya :D

    BalasHapus
  2. selamat kamu jadi pemenangnyaa... Inbox di fanpage Blog Kata Reffi ya untuk nama, alamat lenkap dan nomor ponsel kamu. Ini link pengumumannya http://www.wordholic.com/2015/12/pengumuman-giveaway.html

    BalasHapus