Jumat, 28 November 2014

Sang Pengembara - Kahlil Gibran

Bagi yang suka dengan sastra ini saya posting prosa karangan Kahlil Gibran.
Aku bertemu dengan seorang lelaki berjubah panjang dengan tongkat di tangan. Wajahnya menampakkan kabut derita. Kami saling menyapa dan berbicara. Lalu aku berkata, "Datanglah ke rumahku dan jadilah tamuku." Lelaki itu tidak menolak ajakanku dan ikut pulang bersamaku.
Istri dan anak-anakku menyambut kedatangan kami di ambang pintu. Lelaki itu tersenyum kepada mereka dan mereka pun membalas dengan sambutan hangat.
Kami duduk dan makan bersama. Kami merasa bahagia, bersama seorang lelaki yang wajahnya memancarkan kesunyian dan misteri.
setelah makan kami berkumpul di depan perapian, aku menanyakan kisah pengembaraannya.
Malam itu banyak kisah yang ia ceritakan, demikian juga keesokan harinya. Walau wajahnya tampak ramah, tetapi bekas penderitaan tersirat jelas di wajahnya. Ia mengisahkan tentang derita dan nestapa di sepanjang perjalanannya.
Setelah tiga hari di rumah, ia meninggalkan kami, namun kami tidak merasa bahwa seorang tamu telah pergi. Kami hanya merasakan bahwa seorang dari kami masih berada di halaman, dan belum masuk ke dalam rumah.

0 komentar:

Posting Komentar