Analytic Jumlah Pengunjung

Buku Adalah Teman Kita

Jadikanlah buku sebagi teman kita sehari-hari. Dengannya, kita akan mendapatkan manfaat yang besar untuk hidup kita.

Membaca adalah Hobi

Jadikan membaca sebagai sebuah hobi. Maka kita akan mendapat pengetahuan-pengetahuan baru setiah hari.

Manifestasikan pikiran dengan menulis

Setelah membaca, akan ada ide-ide yang muncul dalam kognisi. Maka manifestasikanlah ide tersebut dengan sebuah tulisan. Jangan takut untuk menggoreskan pena pada secarik kertas.

Belajar

Selalu Belajar dengan siapapun, kapanpun, dan dimanapun.

Raih Kesuksesan

Jangan pernah takut untuk bermimpi. Teruslah bermimpi dengan belajar dan berusaha. Maka kesuksesan akan menghampiri.

Jumat, 28 November 2014

Sang Pengembara - Kahlil Gibran

Bagi yang suka dengan sastra ini saya posting prosa karangan Kahlil Gibran.
Aku bertemu dengan seorang lelaki berjubah panjang dengan tongkat di tangan. Wajahnya menampakkan kabut derita. Kami saling menyapa dan berbicara. Lalu aku berkata, "Datanglah ke rumahku dan jadilah tamuku." Lelaki itu tidak menolak ajakanku dan ikut pulang bersamaku.
Istri dan anak-anakku menyambut kedatangan kami di ambang pintu. Lelaki itu tersenyum kepada mereka dan mereka pun membalas dengan sambutan hangat.
Kami duduk dan makan bersama. Kami merasa bahagia, bersama seorang lelaki yang wajahnya memancarkan kesunyian dan misteri.
setelah makan kami berkumpul di depan perapian, aku menanyakan kisah pengembaraannya.
Malam itu banyak kisah yang ia ceritakan, demikian juga keesokan harinya. Walau wajahnya tampak ramah, tetapi bekas penderitaan tersirat jelas di wajahnya. Ia mengisahkan tentang derita dan nestapa di sepanjang perjalanannya.
Setelah tiga hari di rumah, ia meninggalkan kami, namun kami tidak merasa bahwa seorang tamu telah pergi. Kami hanya merasakan bahwa seorang dari kami masih berada di halaman, dan belum masuk ke dalam rumah.

Pakaian - Kahlil Gibran

Suatu hari kecantikan dan keburukan bertemu di tepi laut. Dan mereka saling berkata, "Marilah berenang ke laut."
Lalu mereka menanggalkan pakaian dan berenang. Setelah beberapa saat, keburukan kembali ke tepi dan mengenakan pakaian kecantikan kemudian pergi.
Dan saat kecantikan keluar dari laut, ia tidak menemukan pakaiannya. Karena malu untuk telanjang, akhirnya ia mengenakan pakaian keburukan.
Dan hingga akhir hari ini kita tidak mampu mengenali mereka satu per satu. Hanya ada beberapa orang yang mengenali kecantikan meskipun ia menggunakan pakaian keburukan. Dan ada juga yang dapat mengenali keburukan karena pakaian yang ia kenakan tak mampu menyembunyikan wajah aslinya.