TUGAS
MATA
KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA
Dewasa
ini dengan seiring berkembangya zaman, kepribadian masyarakat indonesia mulai
terkikis. Salah satunya karena budaya barat yang masuk dengan tanpa adanya penyaringan
(filter). Kebudayaan barat yang begitu mudah masuk melalui berbagai
media sedikit demi sedikit telah merasuk ke dalam diri masyarakat Indonesia.
Masyarakat Indonesia yang dikenal memiliki kepribadian luhur, ramah, dan
berjiwa sosial kini telah berulbah menjadi individualistik serta kapitalis.
Kini masyarakat hanya memikirkan dirinya sendiri. Apapun yang dilakukan harus
menguntungkan diri sendiri serta menghasilkan kekayaan. Perilaku yang seperti
itu adalah mencederai kepribadian kita, yaitu pancasila. Nilai-nilai yang
terkandung di dalam pancasila kini telah dikesampingkan. Padahal budaya kita
adalah budaya pancasila yang telah dirumuskan oleh para founding gather
untuk membentuk negara Indonesia ini menjadi negara yang sejahtera dengan
kepribadian masyarakat yang luhur.
Sebagai
contoh, ketika di jalan raya kadang kita menjumpai orang yang mengendarai motor
dengan ugal-ugalan tanpa memikirkan orang lain. Mungkin dalam pikirannya jalan
raya itu adalah miliknya sendiri. Dan ketika lampu merah menyala dengan
seenaknya menyelonong hingga membahayakan orang lain. Perilaku seperti ini
mencederai sila kedua dari pancasila, yaitu “kemanusiaan yang adil dan
beradab”. Dalam sila ini manusia dituntut agar memiliki kepribadian (adab)
yang baik, sehingga dirinya akan memiliki kehormatan. Serta memiliki rasa
keadilan kepada sesama, sehingga terjalin hubungan sosial yang tinggi antar
masyarakat. Ketika sila kedua ini dijalankan, maka akan timbul rasa saling
menghormati dan terbentuk kepribadian yang luhur.
Contoh
lainnya adalah perilaku pedagang. Sekarang ini para pedagangpun sudah banyak
tingkahnya untuk meraih keuntungan. Salah satunya dengan mengurangi timbangan,
sehingga bisa menghasilkan keuntungan yang besar untuk dirinya. Ataupun
perilakunya, ketika ada seorang pembeli yang notabenenya berpenghasilan rendah
(miskin) datang, kemudian dibelakangnya datang pula seorang pembeli lain yang
memiliki penghasilan tinggi (kaya), maka yang akan diperhatikan dan dilayani
terlebih dahulu adalah pembeli yang berpenghasilan tinggi itu. Padahal yang
datang terlebih dahulu adalah pembeli yang berpenghasilan rendah. Bahkan
pembeli yang miskin tadi akan tak dihiraukan oleh penjual tadi untuk sesaat.
Dan ketika orang yang kaya tadi sudah selesai, maka yang miskin baru akan dilayani.
Itupun dengan cara yang berbeda pula. Sekarang, siapa yang bertahta dan
ber-uang akan diperhatikan. Selain mencederai nilai sila kedua, perilaku
seperti itu juga mencederai sila kelima, yaitu “keadilan sosial bagi seluruh
rakyat indonesia”. Keadilan sosial harus selalu dilakukan dimanapun dan
kepada siapapun. Tak ada kelas-kelas seperti kaya dan miskin. Pada dasarnya
semua adalah sama. Maka dengan sila kelima inilah keadilan sosial kita
diharapkan selalu ada pada diri kita untuk menciptakan masyarakat yang
sejahtera.
Kedua
contoh di atas adalah akibat dari telah dilalaikannya pancasila. Sehingga
menimbulkan perilaku yang menyimpang serta merugikan orang lain. Maka sudah
seharusnya pendidikan pancasila diajarkan sejak dini. Sehingga sila-sila dalam
pancasila akan tertancap membentuk kepribadian yang baik. Dan tercipta suatu
masyarakat yang sejahtera dengan kepribadian luhur sperti yang diinginkan oleh
para pendiri bangsa terdahulu.








0 komentar:
Posting Komentar